Minggu, 23 Desember 2012

Akhir kepengurusan bukanlah akhir tanggung jawab

Salam Lestari...!!!

Memasuki bulan Desember, memasuki masa-masa akhir suatu kepengurusan. Perlahan semua pengurus akan mulai disibukkan dengan berbagai hal, dan yang paling utama biasanya adalah Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). Segenap pengurus mulai Ketua umum, Sekretaris, Bendahara, dan Ketua Divisi mulai merekap dan mengumpulkan berkas-berkas yang berkaitan dalam penyusunan LPJ tersebut. Ya, karena ini adalah akhir dalam satu masa kepengurusan (?).

Mungkin tak hanya dalam organisasi kita Lekmapala, karena pasti juga terjadi pada organisasi-organisasi lain. Memang harus ada pergantian kepengurusan dalam suatu organisasi agar dapat dikatakan sehat. Dalam hal ini sehat dilihat dari segi kepengurusan. Pergantian kepengurusan sangat diperlukan dalam suatu organisasi agar terjadi dinamika pemikiran juga perkembangan suatu organisasi guna mencapi tujuan bersama yang memajukan. Namun begitu, apakah akhir kepengurusan adalah akhir dari keaktifan kita dalam sebuah organisasi? Banyak pemikiran yang sering berkumpul dalam otak saya mengenai hal tersebut. Tak jarang kita temukan setelah berakhir suatu kepengurusan, maka keaktifan anggota yang cenderung menurun bahkan tak ada lagi. Mungkin juga ini hal yang kurang penting jika dipandang organisasi sudah memiliki anggota baru yang cukup banyak dan kemudian masuk dalam kepengurusan selanjutnya. Tapi hal tersebut akan sangat menimbulkan masalah untuk sebuah organisasi yang mohon maaf, anggotanya pas-pasan. Bahkan untuk organisasi yang mempunyai jumlah anggota cukup banyak juga bisa menjadi masalah serius manakala kehadiran dan bimbingan 'senior' sangat diperlukan oleh 'adik-adiknya'. Hal inilah yang kemudian menimbulkan sebuah kecemburuan tanggung jawab yang kemudian dapat menciptakan gap. Dan sudah pasti hal seperti itu sangat tidak diharapkan muncul dalam sebuah organisasi. Kecemburuan ini biasanya akan menggangu kinerja seluruh anggota dalam melaksanakn tanggung jawabnya baik sebuah kegiatan maupun dalam kesehariannya. Lalu solusi apa yang bisa kita coba untuk mencegah masalah ini?

Saya sedikit ingat nasehat-nasehat dari mas-mas dan mbak-mbak angkatan diatas saya, begini, "Ojo ngeroso tuo". Ya dalam bahasa Indonesia "Jangan merasa tua". Maksud yang terkandung mungkin adalah jangan samapai ketika sudah berakhir masa jabatan/kepengurusan dalam sebuah organisasi seyogyanya jangan pernah merasa berakhir pula tanggung jawab kita. Akhir kepengurusan bukanlah akhir tanggung jawab. Kita hanya berganti sinau saja, dari yang sebelumnya kita sinau mengemban melaksanakan tugas dan melaksanakn kegiatan-kegiatan dalam program kerja organisasi, beralih menjadi sinau memberi contoh, membimbing, dan menyemangati adik-adik angkatan kita yang menjadi pengurus selanjutnya. Saya pikir ini malah tanggung jawab ini lebih besar dan sulit dibanding  yang sebelumnya saat kita menjadi pengurus. Namun pada kenyataannya masih banyak anggota dalam suatu organisasi setelah selesai akhir masa kepengurusan merasa selesai juga tanggung jawabnya, selesai masa kerjanya. Ketika kita sudah selesai masa jabatan atau kepengurusan, kita ini akan menjadi 'kakak' yang sedianya menjadi panutan buat adik-adiknya. Kita yang lebih dulu tahu dan lebih dulu menjalani kiranya bisa memberikan masukan maupun nasehat untuk adik-adik angkatan. Harapannya kekurangan-kekurangan, masalah-masalah, dan hambatan-hambatan yang mungkin ditemui sama seperti yang sudah pernah terjadi lebih mudah penyelesaiannya, sehingga kinerja kepengurusan yang mendatang pun akan lebih baik. Insyaallah.

Kita harus selalu berubah ke arah yang lebih baik, dan sekarang sudah waktunya kita hilangkan perilaku "ngeroso tuo". Demi kebaikan dan kemajuan organisasi yang didalamnya kita belajar banyak hal. Semoga Allah selalu melimpahkan kekuatan serta kesabaran dalam segala hal, serta keikhlasan menjalani tanggung jawab di Lekmapala untuk mendapat ridhoNya. Amin.


# sedikit renungan dari anggota yang akan berganti masa sinau nya. Semoga bermanfaat. 5301.LEK XI.113.09

NB : Mohon maaf atas segala kekurangan dalam tulisan ini. Hanya bermaksud berbagi, sekaligus belajar menulis. itung-itung menghidupkan blog Lekmapala :). Benagi ilmu monggo, berbagi komentar, kritik, dan saran juga monggo. 

Tidak ada komentar: